Jumat, 20 Mei 2011

PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA

Definisi Perubahan Harga

  1. Perubahan harga umumnya terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Unit-unit moneter memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian daya beli. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut sebagai inflasi. Sedangkan penurunan harga disebut sebagai deplasi.
  2. Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran.

Mengapa laporan keuangan memiliki potensi menyesatkan selama periode perubahan harga?

Selama periode inflasi, nilai aktiva yang tercacat sebesar biaya akuisisi awalnya mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tingi). Nilai aktiva yang diyatakan lebih rendah menghasilkan beban yang dinilai lebih rendah dan laba yang dinilai lebih tinggi. Dari sudut pandang manajemen, ketidakakuratan ini mendistorsi, (1) proyeksi keuangan yang didasarkan pada data waktu historis, (2) anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja, dan (3) data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak dapat dikendalikan. Hal tersebut menyebabkan laba:

  • Kenaikan dalam proporsi pajak
  • Permintaan deviden lebih banyak dari pemegang saham
  • Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari para pekerja
  • Tindakan yang merugikan dari negara tuan rumah

Dan jika perusahaan telah mendistribusikan labanya maka besar kemungkinan perusahaan tidak dapat melakukan penggantian aktiva tertentu yang mengalami kenaikan harga kerena kekurangan sumber daya.

Penyajian laporan keuangan yang tidak disesuaikan dengan kemampuan daya beli ini juga akan mempengaruhi pembaca laporan keuangan dalam menginterprestasikan dan membandingkan kinerja operasi perusahaan. Jika pendapatan dicatat sesuai dengan nilai daya beli kini sedangkan biaya dicatat sebesar daya beli historis akan membuat pengukuran laba yang tidak akurat. Prosedur akuntansi yang konvensioanal juga mengabaikan keuntungan dan kerugian daya beli yang timbul dari kepemilikan kas selama periode inflasi.

Jenis penyesuaian inflasi

Seri statistik yang mengukur perubahan baik dalam harga umum maupun harga spesifik pada umumnya tidak bergerak secara pararel. Setiap jenis perubahan harga memiliki pengaruh yang berbeda terhadap ukuran-ukuran posisi keuangan dan kinerja operasi suatu perusahaan dan ditimbulkan oleh adanya ukuan-ukuran berbeda yang tersembunyi.

Penyesuaian tingkat harga umum

Jumlah mata uang yang disesuaikan terhadap perubahan tingkat harga umum (daya beli disebut sebagai mata uang konstan biaya historis atau ekuivalen daya beli umum). Jumlah mata uang yang belum disesuaikan sedemikian rupa disebut sebagai jumlah nominal.

Obyek penyesuaian tingkat harga umum

Sekarang melihat ulang secara singkat istilah-istilah konvensional laba perusahaan. Secara tradisional, laba (yaitu kekayaan yang dapat digunakan) merupakan bagian dari kekayaan perusahaan (yaitu aktiva bersih) yang dapat ditarik oleh perusahaan selama periode akuntansi tanpa mengurangi kekayaaan hingga berada di bawah posisi awal.

Dengan demikian, akuntansi konvensional mengukur laba sebagai jumlah maksimum yang dapat ditarik dari perusahaan tanpa mengurangi jumlah uang yang menjadi modal awalnya. Modal daya beli konstan biaya historis menganggap selisih perbedaan ini dengan mengukur laba sehingga perusahaan mampu membayarkan seluruh labanya sebagai deviden sementara memiliki daya beli pada akhir periode yang sama besarnya dengan awal periode.


Penyesuaian biaya tekini

Modal biaya terkini dengan akutansi yang konvensional dalam dua aspek utama. Pertama, aktiva dinilai berdasarkan biaya kini dan bukan biaya historis. Kedua, laba adalah jumlah sumber daya yang dapat didistribusikan oleh perusahaan dalam suatu periode tanpa memperhitungkan konponen pajak), namun tetap dapat mempertahankan kapasitas produktif perusahaan. Satu cata untuk memepertahankan modal adalah dengan menyesuaikan posisi aktiva bersih awal perusahaan (yang menggunakan indeks harga spesifik yang tepat atau penentuan harga langsung) untuk mencerminkan perubahan dalam ekuivalen biaya kini aktiva selama periode berjalan.

Laba biaya kini sebesar merupakan jumlah yang dapat digunakan oleh perusahaan tanpa mengurangi operasi usahanya. Dengan demikian, model biaya kini berupaya menpertahankan model fisik atau kapasitas produktif perusahaan. Contoh yang menunjukan pelaporan biaya kini yang disajikan oleh sebuah perusahaan manufaktur swedia:

  1. persedian pos-pos ini dinilai berdasarkan metode masuk akhir terakhir, keluar pertama dan disajikan ulang dengan menggunakan metode biaya penggantian atau manufaktur. Penyajian ulang seperti itu tidak melebihi nilai pasar.
  2. harga pokok penjualan penyajian ulang akun ini dinilai berdasarkan nilai persedian yang dinyatakan ulang
  3. Aktiva tetap po-pos ini dicatat berdasarkan biaya akuisisi dan disajikan menggunakan faktor inflasi yang diperoleh dari NCPI.
  4. Depresiasi. pos ini dihitung berdasarkan nilai penyajian ulang aktiva tetap yang dipertimbangkan sebagai dasar, pemikiran masa manfaat ditentukan oleh penilai independen.
  5. Penyajian ulang ekuitas pemegang saham. Akun ini disajikan ulang dengan menggunakan factor inflasi yang diperoleh dari NCPI, menurut umur atau tanggal kontribusinya). Pengaruh penyajian ulang ini disajikan dalam laporan keuangan konsilidasi, dalam masing-masing akun yang menimbulkan kenaikan terhadap pos ini.

Metode mana yang terbaik

Para pendukung model biaya historis konstan berpendapat bahwa model biaya kini menganggap biaya dasar pengukuran biaya historis karane tidak berdasarkan biaya akuisisi pada awalnya dan model tersebut didasarkan pada biaya perkiraan hipotesis dan oleh karenanya terlalu sebyektif dan sukar dilaksanakan dalam praktik. Mengabaikan perubahan daya beli umum atas uang yang menyebabakan perbandingan antar periode sukar diinterpretasikan dan juga tidak mempertimbangkan keunatungan dan kerugian dari kepemilikan pos-pos moneter seperti utang.

Model daya beli biaya kini konstan menggabungkan karakteristik model biaya beli biaya histories kontan dan model biaya kini. Kerangka dasar campuran mengakui kenaikan dalam nilai kini aktiva sebagai keuntungan kekayaan, dan dengan demikian memungkinkan dilakukannya perbandingan antar laba kini laba periode sebelumnya. Perusahaan diangggap akan lebih baik hanya jika aktiva meningkat lebih besar dari pada laju inflasi.

Sudut pandang internasional terhadap akuntansi inflasi

Beberapa negara mencoba metode akuntansi terhadap akuntansi inflasi yang berbeda-beda. Praktik aktual juga mencerminkan pertimbangan pragmatis seperti parahnya inflasi nasional dan pandangan yang pihak-pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh angka-angka akuntansi inflasi. Mengamati beberapa metode akutansi inflasi yang berbeda sangat bermanfaat pada saat menilai kondisi paling mutakhir saat ini.

Badan standar akuntansi internasional

  1. IASB menyimpulkan bahwa laporan posisi kuangan dan kinerja operasi dalam mata uang lokal menjadi tidak berarti lagi dalam suatu lingkungan yang mengalami hiperinflasi
  2. IAS 29: ”pelaporan kuangan dalam perikonomian hiper inflasi mewajibkan penyajian informasi laporan keuangan utama.
  3. Penyajian ulang dengan daya beli konstan pada tangggal neraca, biasa dengan model historical coat atau dengan curent cost.
  4. keuntungan dan kerugian daya beli dimasukan kedalam laba berjalan

Isu-isu mengenai inflasi

  1. Apakah dolar kontans atau current cost yang lebih baik unutk mengukur pengaruh inflasi
  2. Perlakuan akuntansi terhadap keuntungan dan kerugian inflasi
  3. Akuntansi luar negeri
  4. Menghindari fenomena ”kejutan ganda”

Keuntungan dan kerugian inflasi

Perlakuan keuntungan dan kerugian pos-pos moneter berbeda di tiap masing-masing negara.

  1. Amerika Serikat

Penyajian ulang dalam dolar konstan, saldo awa l akhir, serta transaksi dalam, seluruh aktiva dan kewajiban moneter (termasuk utang jangka Panjang keuntungan dan kerugian ini diungkapkan dalam pos terpisah.

  1. Inggris

Dipisahkan menjadi modal kerja moneter dan mekanisme penyesuaian kedua angka tersebut ditentukan melalui perubahan harga khusus. Ada istilah ”laba biaya kini yang teratribusi kepada pemegang saham”.

  1. Brazil

Tidak menyesuaikan aktiva dan kewajiban kini secara aksplisit karena jumlah ini dinyatakan dalam nilai yang dapat direalisasi.

Tujuan Akuntansi inflasi

Tujuan akuntansi inflasi adalah unutk mengekur kinerja suatu perusahaan dan memungkinkan setiap orang yang tertarik unutk mengukur jumlah, waktu dan kemungkinan arus kas masa depan.


Akuntansi untuk inflasi di luar negeri

FASB 89 mendorong perusahaan untuk memeperhitungkan penurunan harga, tapi sebenarnya masih meninggalkan permasalahan, yaitu:

  1. Perusahaan mempertahankan nilai non moneter berdasarkan biaya historis atau ekuivalen dengan biaya kini?
  2. Perusahaan yang memilih untuk menyediakan data biaya kini tambahan atas operasi luar negeri dengan 2 metode:
    1. Restate-translate
    2. Transkate-restate

Investor memerlukan laporan keuangan yang disesuaikan dengan tinggkat harga spesifik, bukan tingkat harga umum. Alasannya adalah: Penyesuaian tingkat harga spesifik menentukan jumlah maksimum yang dapat dibayarkan oleh perusahaan sebagai deviden tanpa mengurangi kapasitas produktifnya.

Masalah restate-translate Vs translate-restate bukan suatu hal yang jika menggunakn history cost. Jadi prosedur penyesuaian tingkat harga yang direkomendasikan adalah :

  1. Sajikan ulang laporan keuangan unutk mencerminkan perubahan dalam harga spesifik
  2. translasikan akun-akun menggunakan suatu nilai konstan (kurs pada tahun dasar atau sekarang)
  3. Gunakan indeks nilai harga spesifik yang releven untuk menghitung keuntungan dan kerugian moneter
Menyajikan ulang baik akun-akun perusahaan luar negeri dan domestik menjadi akuivalen harga kini akan menghasilkan informasi relevan dengan keputusan.

Sumber:
Yudi Herliyansah, Pusat pengembangan bahan ajar umb

Minggu, 15 Mei 2011

PENERAPAN HARGA TRANSFER DAN PERPAJAKAN INTERNASIONAL

Konsep Awal

Rumitnya hukum dan aturan yang menentukan pajak bagi perusahaan asing dan laba yang dihasilkan di luar negeri sebenarnya berasal dari beberapa konsep dasar. Konsep ini mencakup istilah netralitas pajak dan ekuitas pajak. Netralitas pajak berarti bahwa pajak tidak memiliki pengaruh terhadap keputusa alokasi sumber daya. Dengan kata lain, keputusan bisnis didorong oleh fundamental ekonomi, seperti tingkat inbalan, dan bukan petimbangan pajak.

Ekuitas berarti wajib pajak yang menghadapi situasi yang mirip serupa semestinya membayar pajak yang sama, tetapi terdapat situasi yang mirip serupa mengintinterprestasikan konsep ini. Dalam kasus ini, laba yang berasal dari luar negeri harus dikenakan pajak dengan jumlah yang sama dengan perusahaan di negara itu, yaitu berdasarkan tarif pajak negera asing.

Keanekaragaman Sistem Pajak Nasional

Suatu perusahaan dapat melakukan bisnis internsional dengan mengekspor barang jasaatau melakukan investasi asing atau tidak langsung. Pengelolaan yang efktif atas potensi pajak ini memerlukan pemahaman atas sistem pajak nasional yang sangat berbeda dari satu negara ke negara lain. Perbedaan ini mencakup jenis-jenis pajak dan beban pajak hingga pelaporan dan filosofi pengenalan pajak.

Macam-Macam Pajak

Pajak Langsung, seperti pajak penghasilan, mudah untuk dikenali dan umumnya diuangkan pada laporan keuangan prusahaan. Yang lainnya, yaitu pajak tidak langsung seperti pajak konsumsi, tidak dapat dienali dengan jels dan tidak terlalu sering diuangkan.

Pajak Penghasilan Perusahaan, mungkin digunakan secra lebih luas untuk menghasilkan pendapatan bagi pemerintah dibandingkan dengan pajak lainnya, dengan kemungkinan pengecualian untuk bea cukai.

Pajak Pungutan, adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap deviden, bunga dan pembayaran royalti yang diterima oleh investor asing.

Pajak Pungutan, adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap deviden, bunga dan pembayaran royalti yang diterima oleh investor asing. Karena pajak pungutan dapat menghambat arus modal investasi jangka panjang secara internasional, sering kali pajak ini dimodifikasi melalui perjanjian pajak bilateral.

Pajak Pertambahan Nilai, merupakan pajak konsumsi yang ditemukan di Eropa dan Kanada. Pajak ini brlaku untuk total penjualan di kurangi denga pembelian dari unit penjual perantara. Perusahaan yang membayar pajak ini sebelumnya sebagai biaya dapat mengajukan klaim di kemudian hari kepada pihak otoritas pajak

Pajak Terbatas, seperti bea cukai dan bea impor, umumnya ditujukan untuk menjaga agar barang domestik dapat bersaing dalam harga barang impor. Dengan demikian, pajak yang dikenakan terhadap impor umumnya dilakukan secara pararel dan pajak tidak langsung lainnya dibayarkan oleh prodesen domestik barang yang sejenis.

Pajak Transper, merupakan jenis pajak tidak langsung lainnya. Pajak ini dikenakan terhadap pengalihan obyek antar pembayar pajak dan dapat menimbulkan pengaruh yang penting terhadap keputusan bisnis seperti struktur akuisisi.

Beban Pajak

Perbedaan dalam beban pajak secara keseluruhan merupakan sesuatu yang penting dalam bisnia internasional. Banyak pertimbangan lain yang dapat secara segnifikan mempengaruhi beban pajak efektif bagi perusahaan multinasional.

Perbedaan nasional dalam definisi penghasilan kena pajak juaga merupakan hal penting. Misalkan depresiasi, dalam terori sebagaian biaya aktiva dikatakan menjadi kadaluarsa jika aktiva tersebut habis untuk memproduksi pendapatan. Agar sesuai dengan prinsip kesentandingan, biaya yang kadaluarsa ini diakui sebagai beban dan dikurangkan dari pendapatan yang terkait.

Untuk menarik investasi asing, negara-negara industri kurang maju seringmkali mengenakn tarif pajak perusahaan yang lebih rendah dari pada negara-negara industri maju. Namun demikian negara-negara dengan pajak langsung yang rendah memerlukan dana untuk membiayai pemerintah dan jasa sosial lainnya seperti halnya negara lain. Oleh karena itu tarif pajak perusahaan langsung yang lebih rendah umumnya menghasilkan pajak tidak langsung yang lebih renah kualitasnya.

Dalam dunia nyata, tarif pajak efetif jarang sekali sama dengan tarif pajak nominal. Dengan demikian tidaklah tepat untuk mendasarkan perbandingan antar tarif pajak saja. Lagi pula, tarif pajak yang rendah tidak selalu berarti beban pajak yang rendah. Secara internasional beban pajak harus selalu ditentukan dengan mengamati tarif pajak efektif.

Sistem Administrasi Pajak

Beberapa sistem penentuan pajak yang sigunakan saat ini:

1. Berdasarkan sistem klasik, pajak penghasilan perusahaan atas penghasilan kena pajak dikenakan pada tingkat perusahaan dan tingkat pemegang saham. Pemegang saham dikenakan pajak pada saat laba perusahaan dibayarkan sebagai deviden atau pada saat mereka mencairkan investasinya. Ketika suatu perusahaan dikenakan pajak atas laba yang diukur sebelum dilakuakan pembayaran deviden, pemegang saham kemudian dikenakan pajak atas deviden yang mereka terima, maka pendapatan deviden pemegang saham secara efektif telah dikenakan pajak sebanyak dua kali.

2. Berdasarkan Sistem terintegrasi, pajak perusahaan dan pemegang saham terintegrasi sedemikian rupa sehingga mengurangi atau mengeliminasi pengenaan pajak berganda atas pendapatan perusahaan. Kredit pajak atau sistem imputasi merupakan jenis sistem pajak terintegrasi yang umum. Berdasarkan sistem ini, pajak yang dikenakan terhadap perusahaan, tetapi sebagian dari pajak yang dibayarkan dapat diperlukan sebagai kredit terhadap pajak penghasilan pribadi jika deviden dibagikan kepada para pemegang saham. Sistem pajak ini didukung uni Eropa, dan ditemukan di Australia, Kanada, Meksiko, dan banyak lagi di negara Eropa seperti Perancis, Itali dan Inggris.

Insentif Pajak Luar Negeri

Banyak negara yang menawarkan insentif pajak untuk menarik minat investasi luar negeri. Insentif dapat berupa hibah tunai bebas pajak yang digunakan untuk biaya aktiva tetap dari proses industri baru atau pengampunan untuk membayar pajak selama beberapa periode. Bentuk pembebasan pajak sementara yang lainnya seperti tarif pengurangan tarif pajak penghasilan, penangguhan pajak, dan pengurangan atau penghapusan berbagai jenis pajak tidak langsung. Kebanyakan negara industri menawarkan sejumlah target insentif seperti pengurangan tarif pajak perusahaan.

Kompetisi Pajak yang Membahayakan

Organisasi kerja ekonomi dan pembangunan mencoba untuk menghentikan kompetisi yang dilakukan oleh beberapa negara surga pajak.

Sebenarnya kompetisi pajak akan bermanfaat jika dapat membuat pemerintah menjadi lebih efisien. Disisi lain kompetisi itu akan berbahanya jika pengalihan pendapatan pajak dari pemerintah yang sebenarnya memerlukan pendapatan tersebut untuk meniadakan jasa yang dibuutuhkan oleh kalangan usaha.

OECD secara khusus menghawatirkan bahwa negara-negara surga pajak akan memungkinkan kalangan usaha untuk menghindari atau mencurigai pajak negara lian. Sebebarnya yang disebut sebagai anak perusahaan plat nama tidak memiliki pekerjaan yang nyata yang terkait : Perusahaan tersebut tidak memiliki kegiatan yang subtansial dan hanya menyalurkan trnsaksi keuangan melalui negara surga pajak untuk menghindari pajak negara lian. Secara khusus, OECD mencurigai negara surga pajak yang tidak bersedia untuk membagi informasi dengan otoritas pajak di negara lain yang menerapkan atau memberlakukan hukum pajak secara tidak wajar atau secara rasia.

Pemajakan Terhadap Sunber Laba Dari Luar Negeri Dan Pemajakan Ganda

Filosofi nasional atas pengenaan pajak terhadap sember dari luar negara pajak merupakan hal penting dari seorang perencana pajak. Beberapa negara seperti perancis, hongkong, panama, afrika selatan dan swiss dan venejuela menerapkan prinsip pemajakan teritorial dan tidak mengenakan pajak terhadap perusahaan yang berdomosili didalam negeri yang labanya dihasilkan dari luar negara tersebut.

Kredit Pajak Luar Negeri

Kreditor pajak luar negeri dapat dihitung sebagai kredit langsung atas pajak penghsilan yang dibayarkan atas laba cabang atau anak perusahaan dan setiap yang dipungut pada sumbernya seperti deviden, bunga, dan royalti yang dikirimkan kembali kepada investor domestik. Kredit pajak juga dapat diperkirakan jika jumlah pajak penghasilan luar negeri yang dibayarkan tidak terlampau jelas.

Deviden yang dilaporkan dalam surat pemberitahuan pajak induk perusahaan harus dihitung kotor untuk mencakup jumlah pajak ditambah seluruh pajak pungutan luar negeri yan berlaku. Artinya induk perusahaan domestik menerima deviden yang didalamnya termasuk pajak terutang kepada pemerintah asing dan kemudian membayar pajak itu.

Kredit pajak tidak langsung luar negeri yang diperbolehkan ditentukan dengan cara sebagai berikut:

Pembayaran deviden (termasuk seluruh pajak pungutan)/laba setelah pajak penghasilan luar negeri X pajak asing yang dapat dikreditkan.

Pembatasan Kredit Pajak

Beberapa negara mengenalkan pajak atas sumbernya dengan kredit pajak untuk sumber pajak luar negeri tersebut maksimum sebesar pajak domestik terkait yang dapat dikenakan atas laba.

Kewajiban pajak maksimum adalah mana yang lebih tinggi antara tarif pajak negara tuan rumah atau negara asal. Untuk mencegah agar kredit pajak luar negeri dapat menghapuskan pajak atas sumber penghasilan domestik, banyak negara menetapkan batasan umum atas jumlah pajak luar negeri yang dapat dikreditkan setiap tahunnya. Kredit pajak luar negeri adalah dapat dihitung sebagai berikut:

Batasan kredit pajak luar geri = penghasilan kena pajak/ pajak penghasilan di seluruh dunia X pajak sebelum kredit.

Pembatasan kredit pajak luar negeri tersendiri berlaku untuk pajak AS atas sumber pajak penghasilan luar negeri untuk masing-masing jenis penghasilan berikut ini:

  1. Pendapatan pasif
  2. Pendapatan jasa keuangan
  3. Pendapatan pajak pungutan yang tinggi
  4. Pendapatan transportasi
  5. Deviden dari masing-masing perusahaan luar negeri dengan vorsi kepemilikan sebesar 10% hingga 50%.

Perjanjian Pajak

Meskipun kredit pajak luar negeri melindungi sumber pajak luar negeri dari pengenaan pajak ganda, perjanjian dapat melakukan lebih dari itu.

Perjanjian pajak biasanya berisikan bagaimana pajak dan insentif pajak yang akan dikenakan, dihormati, dibagi, atau yang lain dihapuskan terhadap pendapatan usaha yang dihasilkan oleh warga negara lain di satu wilayah yurisdiksi pajak.

Perjanjian pajak juga berpengaruh paad pajak pungutan atas deviden, bunga, royalti yang dibayarkan oleh perusahaan disatu negara kepada pemegang saham asing.

Dimensi Perencanaan Pajak

Pengamatan atas perencanaan pajak dimulai dengan hal dasar:

  1. Pertimbangan pajak seharusnya tidak pernah mengendalikan strategi usaha.
  2. Perubahan hukum pajak secara konstan membatasi manfaat perencanaan pajak dalam jangka panjang.
  3. Pertimbangan Organisasi, jika anak perusahaan diorganisasi sebuah negara surga pajak yang tidak mengenakan pajak sama sekali, maka penangguhan pajak akan semakin terlihat menarik.

Induk Perusahaan Diluar Negeri

Sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di AS dengan di beberapa negara asing dapat memiliki keuntungan apabila memiliki berbagai investasi yang melalui induk perusahaan di negara ketiga. Keuntungan dari bentuk organisasi induk perusahaan yang menyangkut pajak antara lian:

1. Mempertahankan manfaat tingkat pajak pungutan atas deviden, bunga royalti dan pembayaran serupa lainnya.

2. Menunda pajak AS atas laba luar negeri hingga laba tersebut direpatriasikan ke perusahaan AS

3. Menunda pajak AS atas keuntungan dari penjualan saham anak perusahaan operasi luar negeri.

Keputusan Pendanaan

Cara yang digunakan untuk mendanai operasi luar negeri dapat dipengaruhi oleh paktor pajak. Dengan mengasumsikan hal ini tidak berubah, dimungkinkannya utang untuk dikurangi pajak, yang meningkatkan imbalan setelah pajak atas ekuitas juga akan meningkatkan daya tarik pendanaan utang di negara-negara dengan pajak tinggi.

Penggabungan Kredit Pajak

Laba yang digabungkan dari banyak sumber memungkinkan kelebihan kredit yang dihasilkan dari negara dengan tarif tinggi untuk mengurangi laba yang diterima wilayah dengan tarif pajak rendah. Kelebihan kredit pajak sebagai contoh dapat diperluas untuk pajak-pajak berkaitan dengan deviden yang dibagikan oleh perusahaan luar negeri lapis kedua dan ketiga dalam suatu jaringan perusahaan multinasional.

Alokasi Akutansi Biaya

Alokasi biaya internal diantara kelompok perusahaan merupakan saran lain untuk menggeser laba dari negara dengan pajak tinggi ke negara pajak rendah. Yang paling umum adalah alokasi beban overhead perusahaan kepada perusahaan afiliasi dinegara-negara dengan pajak tinggi. Alokasi beban jasa tersebut seperti sumner daya manusia, teknologi dan riset serta pengembangan akan memaksinalkan pengurangan pajak untuk perusahaan afiliasi di negara dengan pajak tinggi.

Lokasi dan Penentuan Harga Transfer

Suatu perusahaan manufaktur dinegara dengan pajak tinggi dapat memperoleh komponen dari perusahaan afiliasi yang berlokasi di negara-negara dengan pajak rendah untuk meminimalkan pajak perusahaan untuk kelompok usaha secara keseluruhan. Elemen yang dibutuhkan dari strategi tersebut adalah harga yang digunakan untuk mengalihkan barang dan jasa antar perusahaan dalam kelompok.

Penentuan Harga Transfer

1. Secara Internasional dilakukan pada skala yang relatif lebih besar bila dibandingkan dengan kondisi demestik.

2. Dipengaruhi oleh banyaknya variabel bila dibandingkan dengan yang ditemukan pada lingkungan yang sangat domestik.

3. Berbeda-beda dari suatu perusahaan ke perusahaan lain dari satu industri ke industri lain dari satu negara ke negara lain

4. Mempengaruhi hubungan sosial, ekonomi, dan politik dalam entitas usahan multinasional dan kadang-kadang seluruh negara.

Penentuan Harga Transfer Internasional

Harga tranfer menempatkan nilai moneter terhadap pertukara nantar perusaan yang terjadi diantara uni opersi dan merupakan pengganti harga pasar. Pada umumnya harga transfer dicacat sebgai pendapatan oleh satu unit lainnya. Sekali perusahaan berekspansi secara internasional, masalah penentuan harga transfer juga berekpansi dengan cepat. Transaksi lintas negara juga membuka perusahaan multinasional terhadap sejumlah penganruh lingkungan yang menciptakan sekaligus menghancurkan peluang untuk meningkatkan laba perusahaan malalui penentuan harga tansfer.

Metodologi Penentuan Harga Transfer

Dalam suatu dunia dengan pasar yang sangat kompetitif, tidak akan menjadi masalah besar ketika hendak menetapkan harga transfer sumner daya clanjasa antar perushaan. Harga transfer dapat didasarkan pada biaya selisih kenaikan atau harga pasar. Kedua sistem ini sebenarnya tidak bertentangan satu saam lian. Namun demikian, jarang sekali terdapt pasar eksternal yangkompetitif untuk produk-produk yang ditransfer amtar emtitas yang berhubungan istimewa tersebut. Pengaruh lingkungan atas harga transfe juga menimbulakn sejumlah petanyaan mengenai metodologi penentuan harga. Bagaimana harga transfer ditentukan, Apakah harga pasar standar umumnya lebih baik daripada harga yang didasarkan pada beberapa ukuran biaya ataukah harga yang ternegosiasi merupakan satu-satunya alternatif yang layaj digunakan? Apakah perusahaan multinasional di seluruh dunia menggunakan metodologi penentuan harga transfer yang serupa ataukah faktor budaya mempengaruhi pemilihan metodologi yang digunakan? Apakah satu jenis metodologi pentuan harga transfer dapat memenuhi seluruj kebutuhab dengan baik?

Praktik Harga Transfer

Perusahaan opersi secra nyata berbeda dalam banayak dimensi seperti ukuran jenis industri nasional, struktur organisasi, derajat keterlibatan internasional, teknologi, produk atau jasa, dam kondisi daya saing. Oleh karen itu tidak terlalu mengejutkan apanila berbagai metode penentuan harga transfer dapt ditentukan dalam praktik. Kebanyakan bukti empiris praktik harga transfer didasarkan pada surpey lapangan. Karena kebajian penentuan harga perusahaan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang wajib dilakukan, maka surpey tersebut harus di interpretasikan secara hati-hati. Mengingat pengaruh dramatis globalisasi terhadap operasi usaha semenjak tahuan 1990-an, kita juga harus berhati-hati apakah survey penentuan harga transfer sebelum tahun 1990-an masih valid hingga hari ini.

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan meode harga transfe? Apakah pengaruh dari harga transfer dipertimbangkan dalam proses keuangan dari sejumlah perusahaan multinasional AS untuk menyebutkan tiga tujuan paling penting dari penentuan harga transfer intrenasional P3 pengelola beban pajajk mendominasi tujuan lainnya, tetapi penggunaa operasional peentuan harga transfer seperti mempertahankan posisi daya saing perusahaan, mempromosikan evalusai kinerja yang setara, dan memberikan motivasi kepada para karyawan juga penting. Mengelola inflasi, mengelola nilai tukar valuta asing dan menghilangkan pembatasan atas transfer kas relatif tidak penting.

SUMBER: Yudi Herliyansah, Pusat pengembangan bahan ajar umb

Sabtu, 14 Mei 2011

TRANsLASI MATA UANG ASING


Alasan-Alasan Melakukan Translasi

Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporam keuangan konsilidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestik dan luar negeri. Untuk itu untuk mencapai hal ini laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan.

Proses penyajian ualang informasi keaunagn dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi.

Tranlasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transakai terkait yang terjadi seperti bila dilalakukan konversi (pertikaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik).

Beberapa alasan mengapa translasi dilakukan adalah:

  1. Agar para pembaca laporan kuangan mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestik dan luar negeri.
  2. Tranlasi mata uang asing merupakan tantangan bagi perusahaan multinasional untuk menyediakn pengungkapan informasi keuangan, karena banyak metode tranlasi yang dpat digunakn yang menyebabkan perbedaan perlakukan atas keuangan dan kerugian trnslasi.
  3. Untuk mencatat transalsi mata uang asing, mengukur resiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang asing.
  4. Tranlasi juga dapat digunakan untuk memberikan kemudahan bagi pembaca laporan keuangan, praktek ini sering disebut sebagai translasi kemudahan, seperti yang dilakkan oleh banyak perusahaan di Jepang.
  5. Nilai relatif mata uang asing jarang sekali ditetapkan.
  6. Kurs nilai tukar variabel, yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain, atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode lain sulit dilakukan.
  7. Untuk mencatat transaksi mata uang asing, mengukur risiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang dan berkomunkasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri.
  8. Meluasnya peningkatan kebutuhan untuk menyampaikan informasi akuntansi mengenai suatu perusahaan yang berdomisili disatu negara kepada pengguna di negara lain, yang timbul dengan tujuan untuk mencatatkan sahamnya di suatu bursa efek luar negeri, melakukan akuisisi atau uasaha patungan dengan pihak asing, atau ingin mengkomunikasikan hasil operasi dan posisi keuangan kepada para pemegangsaham asingnya.

Daftar istilah translasi mata uang asing:

  1. Konversi, pertukaran suatu mata uang ke dalam mata uang lain.
  2. Kurs kini, nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporan keuanga yang relevan.
  3. Posisi aktiva bersih yang beresiko, yaitu kelebihan aktiva yang diukur dalam atau berdenominasi dalam mata uang asing dan di translasikan dengan menggunakan kurs kini dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing dan ditrnslasikan dengan dengan menggunakan kurs kini.
  4. Kurs pertukaran forward, suatu perjanjian untuk mempertukarkan mata uang dari negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu pada tangggal tertentu dimasa depan.
  5. Mata uang afungsional, mata uang atau yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam menjalanakan kegiatan usaha. Biasanya mata uang tersebut adalah mata uang negara dimana perusahaan itu berlokasi.
  6. Kurs historis, kurs nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera.
  7. Mata uang pelaporan, mata uang yang digunakan perusahaan dalam menyusunlapoan keuangan.
  8. Kurs spot, nilai tukar untuk pertukaran mata ang dalam waktu segera.
  9. Penyusunan Translasi, penyusunan translasi yang timbul dari proses transalasi laporan keuangan dari mata uang fungsional suatu perusahaan manjadi mata uang pelaporannya.

Latar Belakang dan Terminologi

Translasi tidak sama dengan konversi, yang adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter seperti halnya sebuah neraca yang dinyatakan dalam poind inggris disajikan ulang ke dalm nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukanya konversi.

Saldo-saldo dalm mata uang asing ditranslasikan manjadi nilai ekuivalen suatu domestic berdasarkan kurs nilai tukar valuta asing, yaitu satu unit suatu mata uang yang dinyatakan dalam pasar global.

Transakasi mata uang asing yang terjadi pada pasar spot, forward atau swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari kerja.

Kurs pasar spot dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: perbedaan tingkat inflasi antar negara, pernedaan suku bunga nasional dan ekspetasi terhadap arah nilai tukar mata uang di masa mendatang. Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal dimasa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau peremium dari kurs spot. Transakasi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersama. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu negara asing, dan dalmkesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta asing.

Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing dilakukan sederhana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai ekuivalen mata uang domesdic diperoleh dengan mengalikan saldo mata ang asing dengan kuota tidak langsung.

Transaksi pada pasar forwar adalah perjanjian untuk melakkan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu kedalam auang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi spot dan forward untuk kebanyakan mata uang utama pada setiap hari kerja dapat ditentukan pada halaman bisnis kebanyakan suarat kabar utama.

Transaksi swap melibatkan pemebelian spot dan penjualan forward atau penjulan spot atau pembelian forward.

Permasalahan

Nilai tikar yang berfluktuasi secara khusus terjadi di Eropa timur, amerika lain, dan beberapa bagian sia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimnulkan keuantungan dan kerugian mata uang asing. pergerakan mata uang juga sangat berhubungan erat dengan tingkat inflasi lokal.

Pengaruh Altelnatif Kurs Translasi terhadap Laporan Keuangan

Nilai tukar yang dapat digunakan ssat melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domeatik, yaitu:

1. Kurs kini (current). adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan.

2. Kurs historis (historical), adalh kurs nilai tukar pada saaat suatu aktiva dalam mata uang asing pertamakali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi.

3. Kurs rata-rata (average), adalah rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar historis.

Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar historikal dibandingkan kurs nilai tukar kini terhadap laporan kuangan ketika digunakan sebagai translasi mata uang asing umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos daalm mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestik.

Penggunaan Kurs nilai tukar hidtoris melindungi laporan keuangan dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang yaitu dari kenaikan dan penurunan dalam ekuivalen saldo mata uang asing, yaitu dari kenaikan dan penurunan dalam ekuivalen saldo mata uang asing yang timbul dari kurs translasi antar periode. Penggunaan kurs kini menimbulkan terjadinya kuntungan atau kerugian translasi.

Transalsi mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang, dengan pembayaran yang dibuat dalam mata uang asing ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan mata uang asing. Translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuisisi dalam mata uang perusahaan pelapor.

Dari dua jenis penyesuaian transaksi, yang pertama dan kerugian atas transaksi yang terselesaikan, timbul ketika nilai tukar yang digunakan untk mencatat transaksi pada awalnya berbeda dengan nilai tukar yang digunakan pada saat penyelesaian, yang kedua adalah keuntungan dan kerugian transaksi yang belum diselesaikan timbul ketika laporan keuangan disusun sebelum suatu transaksi diselesaikan.

Suatu transaksi yang direslisasi menimbulkn keuntungan dan kerugian yang nyata yang tercermin secepatnya dalam laba, sedangkan penyesuaian translasi (termasuk keuntngan dan kerugian atas transaksi yang belum terselesaikan) besifat belum direalisasi atau masih di atas kertas. Perlakuan akuntansi yang tepat atas kerugian dan keuntungan jenis ini belum jelas.

Transakasi Mata Uang Asing

Ciri utama yang istimewa dari sebuah mata uang asing adalah penyelesaiannya diperngaruhi dalam suatu mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing yang berdenominasi dalam satu mata uang, tetapi diukur atau dicacat dalam mata uang lain. Mata uang fungsional sebuah perusahaan diartikan sebagai mata uang lingkungan ekonomi yang utama di mana perusahaan beroperasi dan menghasilkan arus kas. Jika suatu operasi anak perusaaan luar negeri relatif berdiri sendiri dan terintegrasi dalam negara asing (yaitu suatu anak perusahaan dalam negara asing (suatu anak perusahaan yang menghasilkan produk untuk distribusi setempat), umumnya akan menghasilkan dan mengeluarkan uang dalam mata uang lokal.

Translasi Mata Uang Asing.

Metode untuk menyatakan aktiva, kewajiban, pendapat dan beban yang dinyatakan dalam mata uang asing menjadi dalam mata uang domestik. Metode ini ada dua jenis:

  1. Metode Kurs Tunggal

Metode ini dugunakan untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang dmestic dengan satu kus nilai tukar, yaitu kurs terkini atau kurs penutupan, untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar yang umumnya digunakan dengan rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang tepat untuk periode tersebut. Hasil konolidasi mencerminkan perspektif mata uang setiap perusahaan yang hasilnya akan dikonsolidasikan, dan bukan perpektif mata uang tunggal induk perusahaan. Metode kurs ini mengasumsikan bahwa seluruh aktiva dalam mata uang lokal menghadapi risiko nilai tukar karena kurs nilai kini mengubah nilai seluruh aktiva kini kuar negeri dalm ekuivalen mata uang induk perusahaan setiap kali terjasi perubahan nilai tukar.

  1. Metode Kurs Berganda

metode ini menggunakan berbagai macam kurs, dengan menggabungkan kurs nilai tukar historis dan nilai tkar kini dalm proses translasi:

· Metode kini-non kini.

· Metode moneter dan non moneter

· Metode temporal

Suatu metode translasi tidal dapat memenuhi dengan sama translasi yang dilakukan berdasarkan kondisi yang berbeda dan untuk tujuan yang berbeda. Ada tiga pendekatan translasi yang berbeda yang dapat diterima:

  1. Metode Historis
  2. Metode kimi
  3. Tidak dilakukan translasi sama sekali

Objek translasi adalh untuk mengubah unit pengukuran laporan keuangan anak perusahaan kuar negeri sesuai dengan prinsip-prinsip akutansi yang diterimasecara umum di negra asal induk perusahaan.

prinsip temporal pada umumnya mempertahankan prinsip akutansi yang digunakan untuk mengukur aktiva dan kewajiban yang walnya dinyatakan dalam unit mata uang asing.

Tidak ada translasi yamg memadai jika dilakukan antara mata uang yang sangat tidak stabil dan sangat stabil, karena tidak menghasilkan informasi yang bermakna meski menggunakan metode yang manapun.

Translasi tidak diperlukan jika laporan keuangan perusahaaan independen dikeluarkan diterbitkan benar-benar untuk tujuan pemberian informasi bagi para penduduk negara lain yang berada dalam tingkat perkembangan ekonomi dapat dinamdingkan dan memiliki situasi mata uang nasional yang dapat dibandingkan.

Kurs translasi yang tepat mencerminkan kenyakinan ekonomi dan usaha yang ada. Kurs pasar bebas yang digunakan untuk transakasi spot di negara dimana aktansi ditranslasikan ke nilai asalnya adalah satu-satu kurs yang secara tepat mengukur nilai transaksi sekarang.

Beberapa kurs nilai tukar:

1. Kurs pembayaran deviden

2. Kurs Pasar bebas

3. Kurs peneliti atau preferensi yang dapat digunakan

Kurs pasar bebas lebih disukai, dengan satu pengecualian: apabila terdapat kontrol nilai tukar yang khusus (yaitu apabila beberapa jenis data yang secara pasti telah dialokasikan untuk transaksi tertentu dengan kurs valuta asing khusus yang berlaku), kurs yang berlaku tersebut harus digunakan.

Keuntungan dan Kerugian Translasi

  1. Penangguhan
  2. Penangguhan dan Amortisasi
  3. Penagguhan parsial

SUMBER: Yudi Herliyansah, Pusat pengembangan bahan ajar umb


Minggu, 08 Mei 2011

Perkembangan dan Klasifikasi Akutansi Internasional

Bersama dengan berkembangnya kesadaran terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akutansi dalam konteks global, beberapa ahli berpendapat bahwa ceara sistematis terdapat perbedaaab pola perilaku akutansi yang diterapkan di berbagai negara. Untuk mengetahui dan mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan sistem akutansi suatu negara dalam suatu kelompok tertentu adalah penting menentukan skema klasifikasi yang memadai. Esensinya bahwa klasifikasi akutansi dan sistem pelaporan yang dipengaruhi seperti oleh masalah ekonomi dan politik, sistem hukum perlu dilakukan agar kita mampu menganalisis dan memprediksi perkembangan sistem akutansi.

Pemahaman dengan lebih baik sistem akutansi suatu negara adalah dengan mengetahui faktor-faktor dasar yang memperngaruhi perkembangannya. Perbedaan-perbedaab yang terlihat, serta permasalahan-permasalahan dapat dijelaskan melalui faktor-faktor tersebut. Akutansi berbeda dari satu tempat ke tempat lain, arena akuntansi bereaksi terhadap lingkungannya, budaya, ekonomi, hukum, dan politik yang berbeda-beda menghasilkan sisten akuntansi yang berbeda, begipun sebaliknya.

Timbulnya perusahaan modern mendorong pelaporan keuangan dan auditing secara periodik. Agar dapat mengikuti perhatian masyarakat terhadap lingkungan yang makin meningkat dan perhatian terhadap integritas perusahaan, akuntansi telah menemukan cara untuk mengukur dan melaporkan kewajiban pemulihan kondisi lunhkungan dan pengungkapan.

Akutansi telah memperluas lingkupnya terhadap konsultasi manajemen dan menggabungkan teknologi informasi yang makin berkembang ke dalam sistem dan prosedurnya.

Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akutansi nasional berbeda-beda.

Tujuan pengklasifikasian adalah:

1. Dapat membantu mengetahui sejauh mana suatu sistem memiliki kesamaan dan perbedaan.

2. Bentuk-bentuk perkembangan sistem akutansi suatunegara dibandingkan denga yang lain serta kemingkinannya untuk berubah.

3. Alasan mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandigkan dengan yang lain.

Selain itu pengklasifikasian tersebut seharusnya juga daapat membantu pengambil keputusan untuk menilai prosfek dan problem dalam masalah harmonisasi akuntansi internasional.

Atau dengan kata lain tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompkan sistem akutansi keuangan menurut karakteristik hkususnya dan hal ini mengungkapkan struktur dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kalompok-kelompok yang beraneka ragam satu sama lian. dengan mengenali kesamaan dan perbedaan, pemahaman kita mengenai sistem akutansi akan lebih baik.

Perkembangan

Berikut ini adalah delapan aktor yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi:

  1. Sumber pendanaan

Amerika serikat dan Inggris yang memiliki pasar ekuitas, akutansi memiliki fokus atas severapa baik manajemen menjalankan perusahaan, dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait, sedangkan sistem berbasis kredit, emiliki kas masa depan dan reiko terkait, sedangkan kreditor melalui pengukuran akutansi yang fokus atas perlindunan kreditor melakui pengukuran akuntansi yang konservatif. jepng dan Swiss merupakan contoh negara yang mengangap pengungkapan publik secara luas dianggap tidak perlu, karena lembaga keuangan memiliki akses langsung terhadap informasi apa saja yang diinginkan.

  1. Siatem hukum

Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hulum kode dan hukum umum. Hukum kode utamanya dianil dari hukum Romawi dan kode Napoleon. Di negara-negara hukum kode, aturan akutansi digabungkan dalam hukum nasional dan cendrung sangat lengkap dan mencakup prosedur. Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar perkasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap dan aturan akutansi menjadi lebih adaptif dan inovatif karena ditetapkan oleh organisasi profesional sektor swasta.

  1. perpajakan

Di jerman dan swedia, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akutansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun untuk diklaim untuk keprkuan pajak. Sedangkan di Belanda berbeda, laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akutansi keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan-perbedaab dengan hukum pajak. contoh di Amerika yang menetapkan penilaian persediaan menurut last in firt out-lifo.

  1. Ikatan politik dan ekonomi

Siatem pencatatan berpasangan yang berawal dari itali pada tahun 1400-an dan menyebar di eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembaharuan lainnya. Inggris mengekspor akuntan dan konsepakutansi diseluruh wilayah kekuasannya, pendudukan Jerman saat perang dunia II menyebabkan Perancis menerapkan Plan Comptable. Amerikamemaksa rezim pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah perang dunia II. Banyak negara berkembang menggunakan sistem akutansi yang berkembang ditempat lain, entah karena dipaksa atau pilihan sendiri.

  1. Inflasi

Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akutansi biaya historis dan mempengaruhi kecendrungan suatu negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan. Israel, Meksiko dan beberapa negara Amerika Selatan menggunakan akutansi tingkat harga umum karena berpengalaman dengan hiperinflasi.

  1. Tingkat perkembangan ekonomi

Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomia dan menentukan manakah yang paling utama. Nasalah akutansi seperti penilaian aktiva tetap dan pencatatab depresisi yang sangat relevan dalam sektro manufaktur menjadi semakin kurang penting.

  1. Tingkat pendidikan

Standar dan praktik akutansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartaian dan disalah gunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivatif tidak akan informatif kecuali dibaca oleh pihak kompeten.

  1. Budaya

Budaya berarti nilainilai dan perilaku yan dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di sutu negara.

Klasifikasi

Klasifikasi akutansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris mengugnakan metode statistik untuk mengumpuklan basis dan data prinsip dan praktik akutansi seluruh dunia.

Empat pendekatan terhadap perkembanan Akutansi

Klsifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pada pertengahan tahun 1960-an, yang mengidentidikasi empat pendekatan terhadap perkembangan akutansi di negara-negara Barat dengan ekonomi berorientasi pasar:

  1. Berdasarkan pendekatan makro ekonomi

Berdasarkan pendekatan ini, praktik akutansi didapatkan dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Misalkan saja untuk mendorong perkembangan industri tertentu, suatu negara dapat mengijinkan penghapusa npengeluaran modal secara cepat pada beberapa industri tersebut contohnya negara swedia.

  1. Berdasarkan pendekatan mokroekonomi

Pada pendekatan ini, akutansi nerkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup dengan memertahankan modal fisik yang dimiliki dan memisahkan secara jelas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengendalikan aktivitas usaha.

  1. Berdasarkan pendekatan independen

Berdasrkan pendekatan ini, akutansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang cecara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan. Akutansi dipandang sebgai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan, dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.

  1. Berdasarkan pendekatan yang seragam

Pada pendekatan ini akutansi distndarkan dan diginakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Leseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah otoritas pajak dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akutansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis, dan pendekatan ini digunakan di negara-negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar dalam perencanaan mengalikasikan sumber daya, mengumpulkan pajak dan mengendalikan harga.

Sistem Hukum: Akutansi Hukum Umum dengan Hukum Kode

Akutansi juga dapat dikalsifikasikan sesuai dengan siatem hukum suatu negara.

1. Akutansi dalam negara hukum umum

Memiliki karakteristik berorientasi terhadap ”penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh serta pemisahan tugas antara akutansi keuangan dan pajak. Akutansi hukum umum sering disebut sebagai ”Anglo Saxon”, inggris-Amerika, atau berdasarkan mikro. Akutansi ini berawl di Inggris dan kemudian diekspor ke negara-negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, Malaysia, Pakistan, dan Amerika.

2. Akutansi dalam negara-negara hukum kode

Memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang dan kesesuaian antara akutansi keuangan dan pajak. Bank atau emerinatah mendominasi sumber dan pelaporan keuangan ditunjukan untuk perlindungan kreditor. Akutansi hukum kede sering disebut ”Kontinental”, ”legalistik” atau ”seragam secara mikro”, dan kebanyakan ditemukan di negara-negara eropa kontinental dan bekas koloni mereka di Afrika, asia, dan amerika.

Ada beberapa alasan mengapa banyal perbedaaan akutansi pada tingkat nasional menjadi semakain hilang, seperti:

1. Banyak perusahaan saat ini mencatatkan sahamnya pada bursa efek di luar negara asal mereka, dengan mencatatkan saham secara internasional menyusun laporan keuangan ganda. Satu set laporan keuangan sesuai dengan ketentuan pelapora nkeuangan domestik lokal, dan satu lagi menggunakan prinsip akutansi dan berisi pengungkapan yang ditunjukan kepada investor internsioanal. Saat ini laporan keuangan ganda diberlakukan di beberapa negara hukum kode, dimana laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan standar lain, seperti standar pelaporan keuangan keuangan internasional atau prinsip akuntansi yang di terima umum. Pada tahun 2005 seluruh perusahaan Eropa yang melalulan pencatatan saham harus menetapkan IFRS untuk laporan keuangan konsolidasi mereka. Intinya adalah diperlukan perbedaan antara praktik akutansi pada tingkat nasional dan internasional.

2. Beberapa negara hukum kode, secara khusus Jerman dan Jepang mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada sektor swasta yang profesional dan independen, sehingga proses penetapan standar menjadi mirip dengan proses di negara-negara hukum, seperti Australia, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat.

3. Pentingnya pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh diseluruh dunia, ksusuanya negara-negara berkembang dari perekonomian yang direncanakan secara terpusat menjadi yang berorientasi pasar, antara lain cina.

Perbedaan antara pennyajian wajar dan kesesuain hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akutansi, seperti:

1. Depresiasi, dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi atau jumlah yang dipernolehkan untuk tujuan pajak.

2. Sewa guna usaha yang dimiliki subtansial pembelian aktiva tetap deperlakukan seperti itu atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa

3. Pensiun dengan biaya yang siakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan atau dibebankan menurut dasar dibayar saat anda berhenti bekerja

Sumber: Yudi Herliyansah, Pusat pengembangan bahan ajar umb.