ABSTRAK
RESTA AZZAHRA. 20207910
“ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENENTUAN DALAM MEMILIH SAHAM SUATU PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN PT SUPARMA Tbk)”
PI Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2010
Kata Kunci : Rasio, Laporan, Fundamental
(ix + 57 + Lampiran)
Investasi dalam saham memerlukan analisis, tidak sedikit trader yang mengalami kerugian karena tidak terlebih dahulu menganalisa suatu saham sebelum membelinya. Salah satu analisis yang dipakai adalah analisis fundamental. Analisis fundamental merupakan metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknik ini menitik beratkan pada rasio keuangan, oleh karena itu laporan keuangan merupakan informasi yang sangat penting.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui perusahaan mana yang mempunyai kinerja kuangan terbaik dengan menggunakan lima rasio, yaitu rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, rasio profitabilitas, dan rasio pasar. Masing-masing rasio diwakili oleh dua rumus. Data yang digunakan adalah neraca dan laporan laba rugi periode 31 Desember 2005 sampai 31 Desember 2009.
Berdasarkan hasil perhitungan rasio keuangan dan setelah dibandingkan secara internal dan eksternal, perusahaan yang memiliki kinerja lebih baik adalah PT Fajar Surya Wisesa Tbk. Dari nilai rata-rata kelima rasio, PT Fajar Surya Wisesa Tbk memiliki tiga nilai rata-rata rasio keuangan yang lebih baik, yaitu rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio pasar. Nilai rata-rata masing-masing rasio adalah, Fixed Asset Turn Over 0,88, Total Asset Turn Over 0,65, Net Profit Margin 4,46%, Return on Asset 2,99%, Earning per Share 43,81, dan Book Value per Share 519,39.
Daftar pustaka (2003-2009)
Latar Belakang Masalah
Pasar modal saat ini dipandang sebagai sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Melalui pasar modal dimungkinkan terciptanya usahawan yang dapat menggalang penyerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Hal ini sejalan dengan fungsi pasar modal yaitu meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.
Dalam kegiatan investasi di pasar modal salah satu instrument yang dipergunakan adalah saham. Saham merupakan bukti yang menunjukkan penyertaan modal di suatu perusahaan atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan investasi yang ditanamkan pada saham oleh investor tentunya mengharapkan return. Return yang diharapkan pada saham yaitu capital gain dan deviden. Capital gain adalah keuntungan yang di peroleh investor dimana saham yang dimiliki mempunyai harga pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan pada saat memperoleh saham tersebut, sedangkan deviden sangat tergantung pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) baik mengenai jumlah, transaksi pembagian, tanggal pengumuman dan tanggal pembayarannya.
Investasi dalam saham memerlukan analisis, tidak sedikit trader yang mengalami kerugian karena tidak terlebih dahulu menganalisa suatu saham sebelum membelinya. Salah satu analisis yang dipakai adalah analisis fundamental. Analisis fundamental merupakan metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknik ini menitik beratkan pada rasio keuangan, oleh karena itu laporan keuangan merupakan informasi yang sangat penting, karena laporan keuangan menggambarkan aspek fundamental perusahaan yang bersifat kuantitatif. Dengan melakukan analisis fundamental investor dapat memproyeksikan dan menilai suatu perusahaan yang dapat memberikan keuntungan bagi investor. Bertolak dari uraian di atas, maka penulis tetarik untuk melakukan penelitian dengan judul, “ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENENTUAN DALAM MEMILIH SAHAM SUATU PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN PT SUPARMA Tbk)”.
Perumusan Masalah
Dalam uraian latar belakang masalah di atas, dapat diambil suatu permasalahan yang dianggap penting untuk diputuskan, yaitu :
1. Dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, rasio profitabilitas, rasio pasar, emiten mana yang mempunyai kinerja keuangan yang terbaik.
Batasan Masalah
Penulis membatasi masalah dengan membandingkan dua perusahaan yaitu PT Fajar Surya Wisesa Tbk dan PT Suparma Tbk dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, rasio profitabilitas dan rasio pasar. Masing-masing rasio diwakili oleh dua rumus, yaitu rasio likuiditas yang terdiri dari Current Ratio dan Quick Ratio, rasio aktivitas terdiri dari Fixed Asset Turn Over dan Total Asset Turn Over, rasio leverage terdiri dari Debt Ratio dan Debt to Equity Ratio (DER), rasio profitabilitas terdiri dari, Net Profit Margin dan Return on Asset (ROA), dan rasio pasar terdiri dari Earning per Share (EPS) dan Book Value per Share. Adapun data yang digunakan pada penulisan ilmiah ini bersumber pada laporan keuangan khususnya neraca dan laporan laba rugi periode 31 Desember 2005 sampai dengan 31 Desember 2009.
Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui perusahaan yang mempunyai kinerja keuangan yang terbaik.
Manfaat Penulisan
Bagi Penulis
Bagi penulis penelitian ini berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang analisis fundamental pada saham. Hal ini merupakam aplikasi dari teori yang didapat dari perkuliahan umum.
Bagi Pembaca
Kegunaan penulisan ini bagi pembaca adalah sebagai bahan pengetahuan tentang cara penulisan ilmiah dan tentang bagaimana investor melakukan penilaian harga saham sebuah perusahaan yang dipilihnya.
Bagi Investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan sebagai pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan atau sebagai tambahan bahan evaluasi untuk mengambil keputusan investasi saham.
Metode Penelitian
Obyek Penelitian
Objek penilitian adalah dua perusahaan emiten pulp and paper yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu PT Fajar Surya Wisesa Tbk dan PT Suparma Tbk.
Data dan Variabel
Data yang digunakan oleh penulis adalah data sekunder berupa peninjauan laporan keuangan yang telah dipublikasikan melalui annual report di BEI periode 31 Desember 2005 sampai 31 Desember 2009.
Yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah berupa rasio likuiditas yang terdiri dari Current Ratio dan Quick Ratio, rasio profitabilitas terdiri dari, Net Profit Margin dan Return on Asset (ROA), rasio leverage terdiri dari Dept Ratio dan Dept to Equity Ratio (DER), rasio aktivitas terdiri dari Total Asset Turn Over dan Fixed Asset Turn Over, dan rasio pasar terdiri dari Earning per Share (EPS) dan Book Value per Share.
Metode Pengumpulan Data
Semua data yang dipergunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi literatur dan pencarian di berbagai situs internet.
Alat Analisis yang Digunakan
Adapun alat analisis yang digunakan penulis yaitu:Analisisa Kialitatif
Dalam analiss kualitatif penulis mencoba untuk menjelaskan hasil penelitian yang telah dilakukan sehingga mudah untuk dianalisis dan mudah untuk dipahami oleh pembaca dan pihak lain.
b. Analisis Kuantitatif
Untuk mengetahui berapa pengaruh analisis fundamental terhadap pengambilan keputusan investasi maka analisis secara kuantutatif penulis menggunakan rasio keuangan, antara lain:
1. Rasio likuiditas
a. Current Ratio
b. Quick Ratio
2. Rasio Profitabilitas
a. Net Profit Margin
b. Return on Asset (ROA)
3. Rasio Leverage
a. Dept Ratio
b. Dept to Equity Ratio (DER)
4. Rasio Aktivitas
a. Total Asset Turn Over
b. Fixed Asset Turn Over
5. Rasio Pasar
a. Earning per Share (EPS)
b. Book Value per Share (BVS)
. Analisis Komperatif
Metode ini digunakan dalam menganalisis dan membandingkan rasio keuangan yang meliputi dua jenis perbandingan, pertama analisis dapat membandingkan rasio sekarang dengan rasio yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang sama (perbandingan internal), kedua perbandingan rasio perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis.
Metode Pengumpulam Data
Data sekunder berupa peninjauan laporan keuangan per 31 Desember 2005 sampai 31 Desember 2009 yang telah dipublikasikan melalui annual report di alamat situs BEI dan lainnya. Melalui studi pustaka, buku-buku literatur yang relevan dengan penelitian ini dan pencarian di berbagai situs internet.
Hasil Penelitian dan Analisis
Dengan tiga analisis, penulis berusaha untuk menjelaskan hasil penelitian secara kuantitatif, kualitatif dan komperatif. Adapun hasil penelitian itu akan dikombinasikan dengan ketiga analisis tersebut.
Analisis Rasio Keuangan
A. PT Fajar Surya Wisesa Tbk
1. Analasis Likuiditas
a. Current Ratio (CR)
Aktiva Lancar
Current Ratio = ─────────
Utang lancar
506.737.601.063
CR 2005 = ────────────
277.229.177.6512
= 1,83
Dari tabel 4.1 dapat diketahui pada tahun 2005 current ratio menunjukkan angka 1,83, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 1,83. Pada tahun 2006 angka current ratio mengalami kenaikan sebesar 0,01 menjadi 1,84, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 1,84. Pada tahun 2007 jumlah current ratio mengalami kenaikan sebesar 0,08 menjadi 1,92, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 1,92. Pada tahun 2008 jumlah current ratio megalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 0,16 menjadi 2,08, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 2,08. Pada tahun 2009 current ratio mengalami kenaikan kembali dari tahun sebelumnya sebesar 0,23 menjadi 2,31, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 2,31.
B. PT Suparma Tbk
1. Analisis Likuiditas
a. Current Ratio (CR)
Aktiva Lancar
Current Ratio = ─────────
Utang lancar
239.576.456.977
CR 2005 = ────────────
305.133.957.984
= 0,79
Dalam tabel 4.11 terlihat pada tahun 2005 current ratio menunjukkan angka 0,79, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 0,79. Pada tahun 2006 angka current ratio mengalami kenaikan sebesar 2,98 menjadi 3,77, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 3,77. Pada tahun 2007 jumlah current ratio mengalami kenaikan sebesar 0,27 menjadi 4,04, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 4,04. Pada tahun 2008 jumlah current ratio megalami penurunan kembali dari tahun sebelumnya sebesar 1,06 menjadi 2,98, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 2,98. Pada tahun 2009 current ratio mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 1,59 menjadi 1,39, ini berarti setiap utang lancar Rp 1,- dijamin oleh aktiva lancar Rp 1,39.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan pada bab IV, penulis mengambil kesimpulan bahwa:
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan analisis fundamental, dalam hal ini rasio-rasio keuangan, serta melalui perbandingan internal maupun eksternal, PT Fajar Surya Wisesa Tbk lebih baik kinerjanya bila dibandingkan PT Suparma Tbk. Dari nilai rata-rata kelima rasio, PT Fajar Surya Wisesa Tbk memiliki tiga nilai rata-rata rasio keuangan yang lebih baik, yaitu rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio pasar. Nilai rata-rata masing-masing rasio adalah, Fixed Asset Turn Over 0,88, Total Asset Turn Over 0,65, Net Profit Margin 4,46%, Return on Asset 2,99%, Earning per Share 43,81, dan Book Value per Share 519,39. Sedangkan PT Suparma Tbk hanya unggul dalam rasio likuiditas dan rasio leverage, dengan nilai current ratio 2,59, quick ratio 0,59, dept ratio 60,28% dan dept to equity ratio1,27. Jadi ini dapat diartikan bahwa PT Fajar Surya Wisesa Tbk layak dipilih dari pada PT Suparma Tbk.
Saran
Berdasarkan hasil perhitungan, analisis dan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca yaitu:
1. Pengukuran rasio-rasio keuangan dapat memberikan kesimpulan yang berarti dalam penentuan tingkat kesehatan keuangan suatu perusahaan. Rasio tersebut dibentuk dari data akuntansi dan data ini dipengaruhi oleh cara penafsirannya, jadi investor harus berhati-hati dalam penilaian apakah suatu rasio tertentu baik atau buruk dalam penilaian gabungan tentang sebuah perusahaan, berdasarkan suatu kumpulan rasio - rasio.
2. Dalam menganalisa setiap rasio, angka-angka yang diperoleh dan perhitungan tidak dapat berdiri sendiri. Rasio tersebut akan berarti bila setidaknya satu dari dua hal ini dipenuhi 1)Adanya perbandingan dengan perusahaan sejenis; 2)Adanya analisa kecenderungan (trend) dari setiap rasio pada tahun – tahun sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Habib, Arief. 2008. Kiat Jitu Peramalan Saham Analisis dan Teknikal. Yogyakarta: Andi Offset.
Halim, Abdul. 2003. Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat.
Husnan, Suad dan Eny Pudjiastuti. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 5. Yogyakarta :UPP STIM YKPN.
Raharjaputra, Hendra S. 2009. Manajemen Keuangan dan Akuntansi untuk Eksekutif Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.
Sundjaja, Ridwan dan Inge Berlian. 2003. Manajemen Keuangan Satu. Edisi ke lima. Jakarta: Literata Lintas Media.
S. Munawir.2007. Analisa Laporan Keuangan. Cetakan ke Empat Belas. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut