Sabtu, 14 Mei 2011

TRANsLASI MATA UANG ASING


Alasan-Alasan Melakukan Translasi

Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporam keuangan konsilidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestik dan luar negeri. Untuk itu untuk mencapai hal ini laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan.

Proses penyajian ualang informasi keaunagn dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi.

Tranlasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transakai terkait yang terjadi seperti bila dilalakukan konversi (pertikaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik).

Beberapa alasan mengapa translasi dilakukan adalah:

  1. Agar para pembaca laporan kuangan mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestik dan luar negeri.
  2. Tranlasi mata uang asing merupakan tantangan bagi perusahaan multinasional untuk menyediakn pengungkapan informasi keuangan, karena banyak metode tranlasi yang dpat digunakn yang menyebabkan perbedaan perlakukan atas keuangan dan kerugian trnslasi.
  3. Untuk mencatat transalsi mata uang asing, mengukur resiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang asing.
  4. Tranlasi juga dapat digunakan untuk memberikan kemudahan bagi pembaca laporan keuangan, praktek ini sering disebut sebagai translasi kemudahan, seperti yang dilakkan oleh banyak perusahaan di Jepang.
  5. Nilai relatif mata uang asing jarang sekali ditetapkan.
  6. Kurs nilai tukar variabel, yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain, atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode lain sulit dilakukan.
  7. Untuk mencatat transaksi mata uang asing, mengukur risiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang dan berkomunkasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri.
  8. Meluasnya peningkatan kebutuhan untuk menyampaikan informasi akuntansi mengenai suatu perusahaan yang berdomisili disatu negara kepada pengguna di negara lain, yang timbul dengan tujuan untuk mencatatkan sahamnya di suatu bursa efek luar negeri, melakukan akuisisi atau uasaha patungan dengan pihak asing, atau ingin mengkomunikasikan hasil operasi dan posisi keuangan kepada para pemegangsaham asingnya.

Daftar istilah translasi mata uang asing:

  1. Konversi, pertukaran suatu mata uang ke dalam mata uang lain.
  2. Kurs kini, nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporan keuanga yang relevan.
  3. Posisi aktiva bersih yang beresiko, yaitu kelebihan aktiva yang diukur dalam atau berdenominasi dalam mata uang asing dan di translasikan dengan menggunakan kurs kini dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing dan ditrnslasikan dengan dengan menggunakan kurs kini.
  4. Kurs pertukaran forward, suatu perjanjian untuk mempertukarkan mata uang dari negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu pada tangggal tertentu dimasa depan.
  5. Mata uang afungsional, mata uang atau yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam menjalanakan kegiatan usaha. Biasanya mata uang tersebut adalah mata uang negara dimana perusahaan itu berlokasi.
  6. Kurs historis, kurs nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera.
  7. Mata uang pelaporan, mata uang yang digunakan perusahaan dalam menyusunlapoan keuangan.
  8. Kurs spot, nilai tukar untuk pertukaran mata ang dalam waktu segera.
  9. Penyusunan Translasi, penyusunan translasi yang timbul dari proses transalasi laporan keuangan dari mata uang fungsional suatu perusahaan manjadi mata uang pelaporannya.

Latar Belakang dan Terminologi

Translasi tidak sama dengan konversi, yang adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter seperti halnya sebuah neraca yang dinyatakan dalam poind inggris disajikan ulang ke dalm nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukanya konversi.

Saldo-saldo dalm mata uang asing ditranslasikan manjadi nilai ekuivalen suatu domestic berdasarkan kurs nilai tukar valuta asing, yaitu satu unit suatu mata uang yang dinyatakan dalam pasar global.

Transakasi mata uang asing yang terjadi pada pasar spot, forward atau swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari kerja.

Kurs pasar spot dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: perbedaan tingkat inflasi antar negara, pernedaan suku bunga nasional dan ekspetasi terhadap arah nilai tukar mata uang di masa mendatang. Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal dimasa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau peremium dari kurs spot. Transakasi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersama. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu negara asing, dan dalmkesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta asing.

Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing dilakukan sederhana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai ekuivalen mata uang domesdic diperoleh dengan mengalikan saldo mata ang asing dengan kuota tidak langsung.

Transaksi pada pasar forwar adalah perjanjian untuk melakkan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu kedalam auang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi spot dan forward untuk kebanyakan mata uang utama pada setiap hari kerja dapat ditentukan pada halaman bisnis kebanyakan suarat kabar utama.

Transaksi swap melibatkan pemebelian spot dan penjualan forward atau penjulan spot atau pembelian forward.

Permasalahan

Nilai tikar yang berfluktuasi secara khusus terjadi di Eropa timur, amerika lain, dan beberapa bagian sia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimnulkan keuantungan dan kerugian mata uang asing. pergerakan mata uang juga sangat berhubungan erat dengan tingkat inflasi lokal.

Pengaruh Altelnatif Kurs Translasi terhadap Laporan Keuangan

Nilai tukar yang dapat digunakan ssat melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domeatik, yaitu:

1. Kurs kini (current). adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan.

2. Kurs historis (historical), adalh kurs nilai tukar pada saaat suatu aktiva dalam mata uang asing pertamakali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi.

3. Kurs rata-rata (average), adalah rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar historis.

Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar historikal dibandingkan kurs nilai tukar kini terhadap laporan kuangan ketika digunakan sebagai translasi mata uang asing umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos daalm mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestik.

Penggunaan Kurs nilai tukar hidtoris melindungi laporan keuangan dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang yaitu dari kenaikan dan penurunan dalam ekuivalen saldo mata uang asing, yaitu dari kenaikan dan penurunan dalam ekuivalen saldo mata uang asing yang timbul dari kurs translasi antar periode. Penggunaan kurs kini menimbulkan terjadinya kuntungan atau kerugian translasi.

Transalsi mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang, dengan pembayaran yang dibuat dalam mata uang asing ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan mata uang asing. Translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuisisi dalam mata uang perusahaan pelapor.

Dari dua jenis penyesuaian transaksi, yang pertama dan kerugian atas transaksi yang terselesaikan, timbul ketika nilai tukar yang digunakan untk mencatat transaksi pada awalnya berbeda dengan nilai tukar yang digunakan pada saat penyelesaian, yang kedua adalah keuntungan dan kerugian transaksi yang belum diselesaikan timbul ketika laporan keuangan disusun sebelum suatu transaksi diselesaikan.

Suatu transaksi yang direslisasi menimbulkn keuntungan dan kerugian yang nyata yang tercermin secepatnya dalam laba, sedangkan penyesuaian translasi (termasuk keuntngan dan kerugian atas transaksi yang belum terselesaikan) besifat belum direalisasi atau masih di atas kertas. Perlakuan akuntansi yang tepat atas kerugian dan keuntungan jenis ini belum jelas.

Transakasi Mata Uang Asing

Ciri utama yang istimewa dari sebuah mata uang asing adalah penyelesaiannya diperngaruhi dalam suatu mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing yang berdenominasi dalam satu mata uang, tetapi diukur atau dicacat dalam mata uang lain. Mata uang fungsional sebuah perusahaan diartikan sebagai mata uang lingkungan ekonomi yang utama di mana perusahaan beroperasi dan menghasilkan arus kas. Jika suatu operasi anak perusaaan luar negeri relatif berdiri sendiri dan terintegrasi dalam negara asing (yaitu suatu anak perusahaan dalam negara asing (suatu anak perusahaan yang menghasilkan produk untuk distribusi setempat), umumnya akan menghasilkan dan mengeluarkan uang dalam mata uang lokal.

Translasi Mata Uang Asing.

Metode untuk menyatakan aktiva, kewajiban, pendapat dan beban yang dinyatakan dalam mata uang asing menjadi dalam mata uang domestik. Metode ini ada dua jenis:

  1. Metode Kurs Tunggal

Metode ini dugunakan untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang dmestic dengan satu kus nilai tukar, yaitu kurs terkini atau kurs penutupan, untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar yang umumnya digunakan dengan rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang tepat untuk periode tersebut. Hasil konolidasi mencerminkan perspektif mata uang setiap perusahaan yang hasilnya akan dikonsolidasikan, dan bukan perpektif mata uang tunggal induk perusahaan. Metode kurs ini mengasumsikan bahwa seluruh aktiva dalam mata uang lokal menghadapi risiko nilai tukar karena kurs nilai kini mengubah nilai seluruh aktiva kini kuar negeri dalm ekuivalen mata uang induk perusahaan setiap kali terjasi perubahan nilai tukar.

  1. Metode Kurs Berganda

metode ini menggunakan berbagai macam kurs, dengan menggabungkan kurs nilai tukar historis dan nilai tkar kini dalm proses translasi:

· Metode kini-non kini.

· Metode moneter dan non moneter

· Metode temporal

Suatu metode translasi tidal dapat memenuhi dengan sama translasi yang dilakukan berdasarkan kondisi yang berbeda dan untuk tujuan yang berbeda. Ada tiga pendekatan translasi yang berbeda yang dapat diterima:

  1. Metode Historis
  2. Metode kimi
  3. Tidak dilakukan translasi sama sekali

Objek translasi adalh untuk mengubah unit pengukuran laporan keuangan anak perusahaan kuar negeri sesuai dengan prinsip-prinsip akutansi yang diterimasecara umum di negra asal induk perusahaan.

prinsip temporal pada umumnya mempertahankan prinsip akutansi yang digunakan untuk mengukur aktiva dan kewajiban yang walnya dinyatakan dalam unit mata uang asing.

Tidak ada translasi yamg memadai jika dilakukan antara mata uang yang sangat tidak stabil dan sangat stabil, karena tidak menghasilkan informasi yang bermakna meski menggunakan metode yang manapun.

Translasi tidak diperlukan jika laporan keuangan perusahaaan independen dikeluarkan diterbitkan benar-benar untuk tujuan pemberian informasi bagi para penduduk negara lain yang berada dalam tingkat perkembangan ekonomi dapat dinamdingkan dan memiliki situasi mata uang nasional yang dapat dibandingkan.

Kurs translasi yang tepat mencerminkan kenyakinan ekonomi dan usaha yang ada. Kurs pasar bebas yang digunakan untuk transakasi spot di negara dimana aktansi ditranslasikan ke nilai asalnya adalah satu-satu kurs yang secara tepat mengukur nilai transaksi sekarang.

Beberapa kurs nilai tukar:

1. Kurs pembayaran deviden

2. Kurs Pasar bebas

3. Kurs peneliti atau preferensi yang dapat digunakan

Kurs pasar bebas lebih disukai, dengan satu pengecualian: apabila terdapat kontrol nilai tukar yang khusus (yaitu apabila beberapa jenis data yang secara pasti telah dialokasikan untuk transaksi tertentu dengan kurs valuta asing khusus yang berlaku), kurs yang berlaku tersebut harus digunakan.

Keuntungan dan Kerugian Translasi

  1. Penangguhan
  2. Penangguhan dan Amortisasi
  3. Penagguhan parsial

SUMBER: Yudi Herliyansah, Pusat pengembangan bahan ajar umb


Tidak ada komentar:

Posting Komentar