Sabtu, 19 Maret 2011

Harmonisasi Akuntansi Internasional

Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) paraktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam.

Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi stander akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan), pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek dan standar audit.

Keuntungan Hermonisasi Internasional

Sebuah tulisan terbaru juga mendukung adanya suatu GAAP Global yang terhamonisasi. Beberapa manfaat yang disebutkan adalah:

  1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak diseluruh dunia tanpa hambatan yang berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunkan secara konsisten diseluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
  2. Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, fortofolio akan lebih beragam, dan resiko keuangan berkurang.
  3. Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan stategi dalam bidang merger dan akuisisi.
  4. Gagasan terbaikyang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam pengembangan standar global yang berkualitas tinggi.

Kritik atas Standar Internasional

Internasioal standar akuntansi juga menuai kritik. Pada awal tahun 1971 (sebelum pembentukan ISAC), beberapa pihak mengatakan bahwa penentuan standar internasional merupakan solusi yang terlalu sederhana atas masalah yang rumir. Dinyatakna pula bahwa akuntasi sebagai ilmu sosial telah memiliki fleksibilitas yang terbangun dengan sendiri didalamnya dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sangat berbeda merupakan salah satu nilai terpenting yang dimilikinya.

Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan standar yang berlebihan. Perusahana akan merespons terhadap susunan tekanan nasional sosial, polotik, dan ekonomi yang semakin meningkat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan intenasional tambahan yang rumit dan berbiaya besar.

Rekonsilisasi dan Pengakuan Bersama

Dua pendekatan lain yang diajukan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas yaitu rekonsiliasi dan pegakuan bersama (yang sibut juga sebagai ”timbal balik/resipronsitas. Melaui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyusun standar akuran-ukuran akuntansi yang penting (seperti laba bersih dan keuitas pemegang saham) dinegara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.

Pengakuan bersama terjadi bila pihak regulator di luar negara asal menirima laporan keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.

Evaluasi

Perbedaan nasional dalam faktor-faktor dasar yang menyebabkan perbedaan dalam akuntansi, pengungkapan, dan praktik audit semakin sempit karena pasar modal dan produk semakin internasional. Banyak perusahaan secara sukarela telah menerapkan IFRS. Perusahaan-perusahaan ini melihat manfaat ekonomi dalam mengadopsi standar akuntansi dan pengungkapa yang kredibel dimata internasional.

Penerapan Standar Intenasional

Standar akuntansi internasional digunakan sebagai hasil dari perjanjian intrnasional atau politis, kepatuhan secara sukarela (atau yang didorong secara profesional), atau keputusan yanga dibuat oleh badan pembuat standar akuntansi nasional.

Sekilas Mengenai Organisasi Internasional Utama yang Mendorong Harnonisasi Akuntansi

Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional:

  1. Badan standar akuntansi internsional (IASB)
  2. Komisi uni eropa (EU)
  3. Organisasi Inrernasional komisi pasar modal (IOSCO)
  4. Federasi internasional akuntan (IFAC)
  5. Kelompok kerja ahli antar pemerintah perserikatan bangsa-bangsa atas standar inrenasional akuntasi dan pelaporan (international standars of acounting and repoting – ISAR), bagian dari konferensi persirikatan bangsa-bangsa dalam perdangaan dan pembangunan (united nations conference on trade and development – UNCTAD).
  6. kelompok kerja dalm standar akuntansi organisasi kerja sama da pembangunan ekonomi (kelompok kerja OECD).

Badan Standar Akuntansi Internasional

Badan standar akuntansi internasional (IASB), dahulu IASC, merupakan badan pembuat standar sektor swasta yang independen yang didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi akuntansi profesional di semblan negara dan siresrtukturisasi pada tahun 2001

(Reorganisani tersebut membuat ISAC ke dalam suatu oeganisasi payung yangdibawahnya IASB melakukan pekerjaanya). Sebelum rektrukturisasi, IASC mengeluarkan 41 standar akuntansi internasional (IAS) dan sebuah kerangka dasar untuk penyusuanan dan penyajian laporan keuangan. Tujuan IASB yaitu:

  1. Untuk mengembangakan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami da dapat di terapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan dan pelaporan keuangan lainnya untuk membantu para partisipan dalam pasar modal dunia dan penggunaan lainnya dalam membuat keputusan tertentu.
  2. Untuk memdorong prnggunaan dan penerapan standar-standar tersebut secara ketat.
  3. Untuk membawa konvergensi standar keuangan internasional ke arah solusi berkualitas tinggi.

Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO

IASB telah berupaya untuk mengembangkan pasar standar akuntsnasi yang akan diterima oleh badan pengatur surat berharga sebagai berikut:

Dewan IASC tela mengembangkan suatu rencana kerja yang telah disetujui oleh komite teknis yang jika berhasil diselesaikan akan menghasilkan IAS yang terdiri dari satu set standar inti yang komprehensif. Penyelesaian standar yang komprehensif ini yang dapat diterima oleh komite teknis (IOSCO) memungkinkan persetujuan dari komite teknis untuk pengunaan IAS dalam mengumpulkan modal dan keperluan pencatatan saham lintas batas diseluruh pasar global. IOSOC telah menyetujui IAS 7, laporan arus kas, dan telah memberikan indikasi kepada IASC bahwa 14 dari standar akuntansi internasional yang ada sekarang tidak memerlukan perbaikan tambahan, asalkan standar ini lainnta berhasil diselesaikan.

Struktur IASB yang Baru

Dewan IASB membentuk suatu kelompok kerja starategi (strateg working party- SWP) yang mempertimbangkan bagaimana seharusnya strategi dan struktur IASC setelah menyelesaikan program kerja standar ini. Yang mendukung usulan struktur baru yang intinya adalah: IASC akan didirikan sebagai sebuah oerganisasi independen; organisasi tersebut akan terdiri dari dua badan utama, perwakilan dan dewan, serta komite interprestasi tetap (sekarang disebut sebagai kormite interpretasi pelaporan keuangan internasional) dan dewan penasihat standar; dan perwakilan akan menunuk anggota dewan, melakukan pengawasan da mengumpulkan dana yang diperlukan, sedangkan dewan memiliki tanggung jawab tungggal untuk penentuan standar akuntansi.

IASB yang direstrurisasi tersebut bertemu untuk pertama kaliya pada bulan April 2001. Setelah di reorganisasi, akan mencakup badan berikut:

  1. Badan Wali. IASB memiliki 19 wali: enam dari amerika utara, enam dari eropa, empat dari wilayah asia/pasifik, dan tiga dari wiliyah lain (tergantung dari penentuan keseimbangan geografis secara keseluruhan).
  2. Dewan IASB. Dewan menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan uasaha. Tanggung jawabnya meliputi ”memenuhi tanggung jawab untuk seluruh permasalahan teknis IASB termasuk penyusunan dan penerbitan standar akuntansi internasional, standar pelaporan keuangan internasional dan draf standar, serta persetujuan akhir atas interpretasi yang dikeluarkan oleh komite interpretasi pelaporan keuanga”, dan menyetujui proposal proyek serta metode dan prosedur untuk mengembangkan standar. Tujuannya adalah untuk membina kemitraan dengan badan-nadan nasional ini karena semuanya bekerja sama untuk mencapai konvergensi standar akuntansi di seluruh dunia.
  3. Dewnan penyasihat standar, ditunjuk oleh perwakilan, terdiri dari ”tiga puluh atau lebih anggota, yang memiliki latar belakang geografis dan profesional yang berbeda, yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang dapat di perbaharui.”
  4. Komite interpretasi pelaporna keuangan internasional (IFRIC). IFRIC terdiri dari 12 anggota yang diangkat oleh perwakilan. IFRIC menginterpretaskan ”penerapan standar akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional dalam konsteks kerangka dasar IASB,” menrbitkan rancangan interpretasi dan mengevaluasi komentar atasnya dan memperoleh persetujuan dewan untuk interpretasi akhir.

Uni Eropa (Europen Union–EU)

Salah satu tujuan Eu adalah untuik mencapai integritad pasar keuangan Eropa. Untuk mencapai tujuan ini, EC telah memperkenalkan derektif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi:

  • Perolehan modal dalam tingkat EU
  • Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasr surat beharga dan derivatif yang terintegrasi.
  • Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untu k perusahaa-perusahaan yang sahamnya tercatat.

Directif keempat, ketujuh da Kedelapan

Direktif EU keempat yang dikeluarkan pada tahun 1978, meripakan satu set aturan akuntansi yang paling luas dan komprehensif dalam kerangka dasar.

Direktif ketujuh yang telah dikeluarkan pada tahun 1982, membahsa masalah-masalah laporan keuangan konsilidasi.

Direktif kedelapan dikeluarkan pada tahun 1984, membahas berbagai aspek kualitatif profesional yang berwenang untuk melaksanakan audit yang diwajibkan oleh hukum (audit wajib).

Organisasi Internasioanal Komisi Pasar Modal (IOSCO)

Organisasi Internasional pasr modal (internasional organizatiion of securities Commissions-IOSCO) beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara. Menurut bagian pembuakaan anggaran IOSCO.

Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam internasional, untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat.

  • Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan pasar domestik.
  • Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standar dan pengawasan efektf terhadap transaksi surat berharga internasional.
  • Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui penerapan standar yang ketat dan penegakan yang efektif terhadap pelanggaran.

Sebuah komite teknis IOSCO memusatkan perhatikan pada pengungkapan dan akuntansi multinasional. tujuan utamnya adalah untuk memfasilitasi proses yang dapat digunakan para penerbit saham kelas dunia untuk memperoleh modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada seluruh pasar modal yang terdapat permintaan investor.

Tampilan 8-4

Ringkasan standar pengugkapan internasional untuk penawarn lintas batas dan penawaran perdana oleh perusahaan penerbit luar negeri (diterbitkan oleh organisasi internasioanal komisi pasar modal, 1998)

  1. Identitas direktur, manajemen senior, dan penasehat serta pernyataan tanggung jawab.
  2. Menawarkan statistik dan perkiraan jadwal
  3. Informasi utama
  4. Informasi mengenai perusahaan
  5. Evaluasi serta prosfek operasi dan keuangan
  6. Direktur dan manajemen
  7. Pemegang saham utama dan transaksi pilihan
  8. Informasi keuangan
  9. Penawaran
  10. Informasi Tambahan

Federasi Internasioanal Akuntan (IFAC)

IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang meiliki 159 anggota di 118 negara, yang mewakili lebihdari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan pada tahun 1977, misi IFAC adalah ”untuk mendukung perkembangan frofesi akuntansi dengan harmmonisasi standar sehingga akuntan dapat memberikan jasa nerkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.

Kebanyakan pekerjaan profesional IFAC dilakukan melalui komite tetap. Pada saat penulisan Buku ini, komite tetap terdiri dari:

  1. Badan standar audit dan asuransi internasioanal
  2. Kesesuaian
  3. pendidikan
  4. Etika
  5. Akuntan profesioanal dalam bisnis
  6. Sektor publlik
  7. Auditor transnasional

Tampilan 8-5

prinsip-prinsip pengungkapan dan pelaporan perkembangan yang material yang masih berlaku.

  1. Elemen fokok kewajiban pengungkapan yang berjalan
  2. Ketepatan waktu
  3. Pengungkpan simultan identik
  4. Penyebarluasan Informasi
  5. Kriteria Pengungkapan
  6. Perlakua Pengungkapan yang setara

Kelompok kerja antara pemerintah perserikatan bangsa-bangsa untuk pakar dalam standar internasional akuntansi dan pelaporan (ISAR)

ISAR dibenuk pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kelompok kerja antar pemerintah yang membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. ISAR mewujudkan mendat tersebut melalui pembahasan dan pengesahan praktik terbaik, termasuk yang direkomendasikan oleh ISAB. ISAR meruapakan pendukung awal atas pelaporan lingkungan hidup sejumlah inisiatif pada tata kelola perusahaan dan akutansi untuk perusahaan berukuran kecil dan menengah. ISAR juga telah melakukan proyek bantuan teknis di sejumlah wilayah, seperti reformasi dan pelatihan kembali akuntansi di ferderasi Rusia, Azerbain, dan Usbekistan, serta merancang dan mengembangkan program pembelajaran jarak jauh dalm bidang akuntansi untuk negara-negara Afrika yang berbahasa prancis.

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)

OED merupakan organisasi internasional negara-negara maju yang berorientasi ekonomi pasar. Kegiatannya dijalankan melalui badan pelaksana, dewan OECD, dan sebuah jaringan yang terdiri dari 200 komite dan kelompk kerja. Publikasinya yang bernama Financial Market Trends, yang diterbitkan 2 kali dalam setahun, membahas tren dan prosfek dalam pasar keuangan internasional dan domestikutama yang ada daalm wilayah anggota OECD.

Sumber: R. Luki Karunia SE.AK.MK. Akuntansi Internasional. Pusat Pengembangan Bahan Ajar UMB

Harmonisasi Akuntansi Internasional

Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) paraktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam.

Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi stander akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan), pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek dan standar audit.

Keuntungan Hermonisasi Internasional

Sebuah tulisan terbaru juga mendukung adanya suatu GAAP Global yang terhamonisasi. Beberapa manfaat yang disebutkan adalah:

  1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak diseluruh dunia tanpa hambatan yang berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunkan secara konsisten diseluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
  2. Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, fortofolio akan lebih beragam, dan resiko keuangan berkurang.
  3. Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan stategi dalam bidang merger dan akuisisi.
  4. Gagasan terbaikyang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam pengembangan standar global yang berkualitas tinggi.

Kritik atas Standar Internasional

Internasioal standar akuntansi juga menuai kritik. Pada awal tahun 1971 (sebelum pembentukan ISAC), beberapa pihak mengatakan bahwa penentuan standar internasional merupakan solusi yang terlalu sederhana atas masalah yang rumir. Dinyatakna pula bahwa akuntasi sebagai ilmu sosial telah memiliki fleksibilitas yang terbangun dengan sendiri didalamnya dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sangat berbeda merupakan salah satu nilai terpenting yang dimilikinya.

Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan standar yang berlebihan. Perusahana akan merespons terhadap susunan tekanan nasional sosial, polotik, dan ekonomi yang semakin meningkat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan intenasional tambahan yang rumit dan berbiaya besar.

Rekonsilisasi dan Pengakuan Bersama

Dua pendekatan lain yang diajukan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas yaitu rekonsiliasi dan pegakuan bersama (yang sibut juga sebagai ”timbal balik/resipronsitas. Melaui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyusun standar akuran-ukuran akuntansi yang penting (seperti laba bersih dan keuitas pemegang saham) dinegara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.

Pengakuan bersama terjadi bila pihak regulator di luar negara asal menirima laporan keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.

Evaluasi

Perbedaan nasional dalam faktor-faktor dasar yang menyebabkan perbedaan dalam akuntansi, pengungkapan, dan praktik audit semakin sempit karena pasar modal dan produk semakin internasional. Banyak perusahaan secara sukarela telah menerapkan IFRS. Perusahaan-perusahaan ini melihat manfaat ekonomi dalam mengadopsi standar akuntansi dan pengungkapa yang kredibel dimata internasional.

Penerapan Standar Intenasional

Standar akuntansi internasional digunakan sebagai hasil dari perjanjian intrnasional atau politis, kepatuhan secara sukarela (atau yang didorong secara profesional), atau keputusan yanga dibuat oleh badan pembuat standar akuntansi nasional.

Sekilas Mengenai Organisasi Internasional Utama yang Mendorong Harnonisasi Akuntansi

Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional:

  1. Badan standar akuntansi internsional (IASB)
  2. Komisi uni eropa (EU)
  3. Organisasi Inrernasional komisi pasar modal (IOSCO)
  4. Federasi internasional akuntan (IFAC)
  5. Kelompok kerja ahli antar pemerintah perserikatan bangsa-bangsa atas standar inrenasional akuntasi dan pelaporan (international standars of acounting and repoting – ISAR), bagian dari konferensi persirikatan bangsa-bangsa dalam perdangaan dan pembangunan (united nations conference on trade and development – UNCTAD).
  6. kelompok kerja dalm standar akuntansi organisasi kerja sama da pembangunan ekonomi (kelompok kerja OECD).

Badan Standar Akuntansi Internasional

Badan standar akuntansi internasional (IASB), dahulu IASC, merupakan badan pembuat standar sektor swasta yang independen yang didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi akuntansi profesional di semblan negara dan siresrtukturisasi pada tahun 2001

(Reorganisani tersebut membuat ISAC ke dalam suatu oeganisasi payung yangdibawahnya IASB melakukan pekerjaanya). Sebelum rektrukturisasi, IASC mengeluarkan 41 standar akuntansi internasional (IAS) dan sebuah kerangka dasar untuk penyusuanan dan penyajian laporan keuangan. Tujuan IASB yaitu:

  1. Untuk mengembangakan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami da dapat di terapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan dan pelaporan keuangan lainnya untuk membantu para partisipan dalam pasar modal dunia dan penggunaan lainnya dalam membuat keputusan tertentu.
  2. Untuk memdorong prnggunaan dan penerapan standar-standar tersebut secara ketat.
  3. Untuk membawa konvergensi standar keuangan internasional ke arah solusi berkualitas tinggi.

Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO

IASB telah berupaya untuk mengembangkan pasar standar akuntsnasi yang akan diterima oleh badan pengatur surat berharga sebagai berikut:

Dewan IASC tela mengembangkan suatu rencana kerja yang telah disetujui oleh komite teknis yang jika berhasil diselesaikan akan menghasilkan IAS yang terdiri dari satu set standar inti yang komprehensif. Penyelesaian standar yang komprehensif ini yang dapat diterima oleh komite teknis (IOSCO) memungkinkan persetujuan dari komite teknis untuk pengunaan IAS dalam mengumpulkan modal dan keperluan pencatatan saham lintas batas diseluruh pasar global. IOSOC telah menyetujui IAS 7, laporan arus kas, dan telah memberikan indikasi kepada IASC bahwa 14 dari standar akuntansi internasional yang ada sekarang tidak memerlukan perbaikan tambahan, asalkan standar ini lainnta berhasil diselesaikan.

Struktur IASB yang Baru

Dewan IASB membentuk suatu kelompok kerja starategi (strateg working party- SWP) yang mempertimbangkan bagaimana seharusnya strategi dan struktur IASC setelah menyelesaikan program kerja standar ini. Yang mendukung usulan struktur baru yang intinya adalah: IASC akan didirikan sebagai sebuah oerganisasi independen; organisasi tersebut akan terdiri dari dua badan utama, perwakilan dan dewan, serta komite interprestasi tetap (sekarang disebut sebagai kormite interpretasi pelaporan keuangan internasional) dan dewan penasihat standar; dan perwakilan akan menunuk anggota dewan, melakukan pengawasan da mengumpulkan dana yang diperlukan, sedangkan dewan memiliki tanggung jawab tungggal untuk penentuan standar akuntansi.

IASB yang direstrurisasi tersebut bertemu untuk pertama kaliya pada bulan April 2001. Setelah di reorganisasi, akan mencakup badan berikut:

  1. Badan Wali. IASB memiliki 19 wali: enam dari amerika utara, enam dari eropa, empat dari wilayah asia/pasifik, dan tiga dari wiliyah lain (tergantung dari penentuan keseimbangan geografis secara keseluruhan).
  2. Dewan IASB. Dewan menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan uasaha. Tanggung jawabnya meliputi ”memenuhi tanggung jawab untuk seluruh permasalahan teknis IASB termasuk penyusunan dan penerbitan standar akuntansi internasional, standar pelaporan keuangan internasional dan draf standar, serta persetujuan akhir atas interpretasi yang dikeluarkan oleh komite interpretasi pelaporan keuanga”, dan menyetujui proposal proyek serta metode dan prosedur untuk mengembangkan standar. Tujuannya adalah untuk membina kemitraan dengan badan-nadan nasional ini karena semuanya bekerja sama untuk mencapai konvergensi standar akuntansi di seluruh dunia.
  3. Dewnan penyasihat standar, ditunjuk oleh perwakilan, terdiri dari ”tiga puluh atau lebih anggota, yang memiliki latar belakang geografis dan profesional yang berbeda, yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang dapat di perbaharui.”
  4. Komite interpretasi pelaporna keuangan internasional (IFRIC). IFRIC terdiri dari 12 anggota yang diangkat oleh perwakilan. IFRIC menginterpretaskan ”penerapan standar akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional dalam konsteks kerangka dasar IASB,” menrbitkan rancangan interpretasi dan mengevaluasi komentar atasnya dan memperoleh persetujuan dewan untuk interpretasi akhir.

Uni Eropa (Europen Union–EU)

Salah satu tujuan Eu adalah untuik mencapai integritad pasar keuangan Eropa. Untuk mencapai tujuan ini, EC telah memperkenalkan derektif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi:

  • Perolehan modal dalam tingkat EU
  • Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasr surat beharga dan derivatif yang terintegrasi.
  • Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untu k perusahaa-perusahaan yang sahamnya tercatat.

Directif keempat, ketujuh da Kedelapan

Direktif EU keempat yang dikeluarkan pada tahun 1978, meripakan satu set aturan akuntansi yang paling luas dan komprehensif dalam kerangka dasar.

Direktif ketujuh yang telah dikeluarkan pada tahun 1982, membahsa masalah-masalah laporan keuangan konsilidasi.

Direktif kedelapan dikeluarkan pada tahun 1984, membahas berbagai aspek kualitatif profesional yang berwenang untuk melaksanakan audit yang diwajibkan oleh hukum (audit wajib).

Organisasi Internasioanal Komisi Pasar Modal (IOSCO)

Organisasi Internasional pasr modal (internasional organizatiion of securities Commissions-IOSCO) beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara. Menurut bagian pembuakaan anggaran IOSCO.

Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam internasional, untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat.

  • Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan pasar domestik.
  • Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standar dan pengawasan efektf terhadap transaksi surat berharga internasional.
  • Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui penerapan standar yang ketat dan penegakan yang efektif terhadap pelanggaran.

Sebuah komite teknis IOSCO memusatkan perhatikan pada pengungkapan dan akuntansi multinasional. tujuan utamnya adalah untuk memfasilitasi proses yang dapat digunakan para penerbit saham kelas dunia untuk memperoleh modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada seluruh pasar modal yang terdapat permintaan investor.

Tampilan 8-4

Ringkasan standar pengugkapan internasional untuk penawarn lintas batas dan penawaran perdana oleh perusahaan penerbit luar negeri (diterbitkan oleh organisasi internasioanal komisi pasar modal, 1998)

  1. Identitas direktur, manajemen senior, dan penasehat serta pernyataan tanggung jawab.
  2. Menawarkan statistik dan perkiraan jadwal
  3. Informasi utama
  4. Informasi mengenai perusahaan
  5. Evaluasi serta prosfek operasi dan keuangan
  6. Direktur dan manajemen
  7. Pemegang saham utama dan transaksi pilihan
  8. Informasi keuangan
  9. Penawaran
  10. Informasi Tambahan

Federasi Internasioanal Akuntan (IFAC)

IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang meiliki 159 anggota di 118 negara, yang mewakili lebihdari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan pada tahun 1977, misi IFAC adalah ”untuk mendukung perkembangan frofesi akuntansi dengan harmmonisasi standar sehingga akuntan dapat memberikan jasa nerkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.

Kebanyakan pekerjaan profesional IFAC dilakukan melalui komite tetap. Pada saat penulisan Buku ini, komite tetap terdiri dari:

  1. Badan standar audit dan asuransi internasioanal
  2. Kesesuaian
  3. pendidikan
  4. Etika
  5. Akuntan profesioanal dalam bisnis
  6. Sektor publlik
  7. Auditor transnasional

Tampilan 8-5

prinsip-prinsip pengungkapan dan pelaporan perkembangan yang material yang masih berlaku.

  1. Elemen fokok kewajiban pengungkapan yang berjalan
  2. Ketepatan waktu
  3. Pengungkpan simultan identik
  4. Penyebarluasan Informasi
  5. Kriteria Pengungkapan
  6. Perlakua Pengungkapan yang setara

Kelompok kerja antara pemerintah perserikatan bangsa-bangsa untuk pakar dalam standar internasional akuntansi dan pelaporan (ISAR)

ISAR dibenuk pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kelompok kerja antar pemerintah yang membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. ISAR mewujudkan mendat tersebut melalui pembahasan dan pengesahan praktik terbaik, termasuk yang direkomendasikan oleh ISAB. ISAR meruapakan pendukung awal atas pelaporan lingkungan hidup sejumlah inisiatif pada tata kelola perusahaan dan akutansi untuk perusahaan berukuran kecil dan menengah. ISAR juga telah melakukan proyek bantuan teknis di sejumlah wilayah, seperti reformasi dan pelatihan kembali akuntansi di ferderasi Rusia, Azerbain, dan Usbekistan, serta merancang dan mengembangkan program pembelajaran jarak jauh dalm bidang akuntansi untuk negara-negara Afrika yang berbahasa prancis.

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)

OED merupakan organisasi internasional negara-negara maju yang berorientasi ekonomi pasar. Kegiatannya dijalankan melalui badan pelaksana, dewan OECD, dan sebuah jaringan yang terdiri dari 200 komite dan kelompk kerja. Publikasinya yang bernama Financial Market Trends, yang diterbitkan 2 kali dalam setahun, membahas tren dan prosfek dalam pasar keuangan internasional dan domestikutama yang ada daalm wilayah anggota OECD.

Sumber: R. Luki Karunia SE.AK.MK. Akuntansi Internasional. Pusat Pengembangan Bahan Ajar UMB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar