Jumat, 19 November 2010

TEORI-TEORI ETIKA DAN PERKEMBANGANYA

Pengertian Etika

Secara teoritis, dapat dibedakan dua pengertian etika. Pertama, etika berasal dari kata Yunani ethos (ta etha) yang berarti ‘adat istidat’ atau ‘kebiasaan’. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Kedua, etika juga dipahami dalam pengertian yang sekaligus berbeda dengan moralitas.

Dua macam teori etika, yaitu sebagai berikut:

a. Etika Deontologi

Istilah ‘deontologi’ berasal dari kata Yunani deon, yang berarti kewajiban. Karena itu, etika deontologi ini menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik.

b. Etika Teleologi

Sebaliknya dari etika deontologi, etika teleologi ini justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

a. ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.

b. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.

Aspek dalam Etika

Terdapat dua aspek dalam etika. Aspek pertama yaitu keupayaan menilai yang baik dan yang buruk, dosa dan pahala atau sesuai dan sebaliknya. Aspek yang kedua pula melibatkan komitmen dalam melakukan apa yang baik dan bersesuaian. Etika tidak lagi semata-mata satu topik perbualan dan isu yang diperdebatkan tetapi memerlukan tindakan dan susulan.

Subjektivisme Etika

Subjektivisme etika adalah bergantung kepada faktor kemahuan sama ada individu atau pencipta sebagai subjeknya. Jika manusia merupakan kemahuannya, badan perundangan akan menentukan suatu keputusan itu dari segi undang-undang.

Jika kemahuan itu menjadikan Tuhan sebagai subjeknya, maka hukuman lebih berbentuk kepada pembalasan Tuhan. Pengampunan dan pembalasan atas dosa yang dilakukan atau pahala atas kebaikan yang dibuat adalah antara manusia dan Tuhan.

Objektivisme Etika

Menurut objektivisme etika, nilai-nilai moral merupakan suatu kebaikan. Undang-undang tidak dicipta dan tidak berasaskan subjek sama ada manusia atau Tuhan.

Salah satu bentuk objektivisme etika ialah nilai mutlak moral (moral absolutism). Hukuman yang dikenakan adalah muktamad. Untuk mengelakkan hukuman, seseorang perlulah melengkapkan kehidupan masingmasing serta mematuhi undang-undang .

Hukum Karma dan Kelahiran semula merupakan gambaran kehidupan dalam objektivisme etika yang mencapai sifat lengkapnya.maan

PERKEMBANGAN TEORI ETIKA

1.Etika Teleologis

2. Etika pengembangan diri sesuai dengan kodratnya

3. Etika Keutamaan

SUMBER:

  1. http://forumkuliah.wordpress.com/2009/01/23/perkembangan-teori-etika/

  2. http://www.ftsm.ukm.my/mas/nota%20tm3923/mm%20teori%20etika_e.pdf

  3. dan lain-lain
Tugas kelompok:
resta, ika dan ninis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar